Home » Pembuat Keramaian akan di Tindak Tegas oleh Pihak Kepolisian

Pembuat Keramaian akan di Tindak Tegas oleh Pihak Kepolisian

  • by

Jakarta, IEC Indonesia– kapolri Jenderal Idham Azis lewat maklumat Mak/2/III/2020 menyatakan pihak yang masih membuat acara yang melibatkan banyak orang ditengah maraknya wabah Pandemi COVID-19 akan ditindak tegas oleh personil polisi.

setiap anggota polri wajib melakukan penindakan “bahwa apabila ditemukan perbuatan yang bertentangan dengan maklumat ini, personil polri wajib melakukan penindakan sesuai UU yang berlaku. sebut idham dalam maklumat tersebut yang diterbitkan 19 maret 2020

adapun langkah tersebut dilakukan untuk memberi perlindungan terhadap masyarakat secara umum, dan juga sesuai dengan langkah pemerintah pusat dan daerah yang telah mengeluarkan kebijakan pencegahan dan penanganan CoVID-19 terlebih dahulu. maka Polri juga turut mengambil Peran.

adapun kegiatan yang sifatnya mendesak dan tak mungkin untuk dihindari, maka perlu dilaksanakan dengan tetap memperhatikan prosedur pemerintahah terkait pencegahan COVID-19 dan menjaga jara, tambahnya sebagaimana dikutip dalam maklumat tersebut.

harapnya, agar masyarakat tidak mengadakan kegiatan sosial yang melibatkan orang yang banyak atau massa dalam jumlah besar, baik itu kegiatan di tempat umum maupun dilingkungan pribadi.

kegiatan-kegiatan yang dimaksud berupa pertemuan sosial, bodaya, dan keagamaan, baik itu seminar, lokakarya dan sebagainya. dan adapun kegiatan lainnya seperti konser musik, festival, bazar, pasar malam, pameran, acara resepsionis kesenian dan hiburan lainnya

sebagaimana pada poin ke 2 di maklumat tersebut ” unjuk rasa, pawai, karnaval, serta kegitan lainnnya yang menjadikan berkumpulnya massa.

idham menyerukan kepada masyarakat untuk tidak panik dan tetap tenang, dan tentunya meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing mengikuti informasi terupdate yang diterbitkan secara resmi oleh pemerintah.

serta dihimbai untuk masyarakat untuk tidak terpengaruh dengan berita hoax atu tidak bisa dipercaya kebenarannya dan berita yang tidak jelas sumbernya.

dalam poin maklumat lainnya ” tidak melakukan pembelian dan/atau menimbun kebutuhan bahan pokok maupun kebutuhan masyarakat lainnya secara berlebihan. sebutnya di maklumat tersebut.

(mbu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *